Selasa, 13 Maret 2012

Penipuan Jual Beli atau Bisnis secara Online

Penipuan Jual Beli atau Bisnis secara Online

Belakangan ini banyak sekali kasus-kasus penipuan secara online yang ditangkap oleh polisi. Bisnis secara online memang mempermudah para pelaku penipuan dalam melakukan aksinya, karena mereka tidak bertemu secara langsung dengan pembelinya. Paling banyak ditemui dalam kasus penipuan ini adalah penipuan dengan menggunakan akun facebook. Penipuan dengan modus penjualan handphone dan elektronik via online marak di FB akhir akhir ini, dengan mengaku barang BM ( Black Market ) dari Batam serta harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran membuat banyak orang tertarik untuk memesan barang yang ditawarkan, rasanya media harus segera memblow-up kasus ini sehingga masyarakat lebih banyak yang mengetahui bahwa ada penipuan berkedok penjualan handhone dan elektronik di FB dan untuk lebih berhati hati dalam bertransaksi online lebih lebih jika harga yang ditawarkan mencurigakan.

Bisnis Investasi saat ini sudah mengalahkan beragam bisnis online lainnya, banyak yang enggan sudah belajar ngeblog untuk cari uang atau membuat toko online sebagai wadah untuk transaksi sertamempromosikan produk. Bisnis Investasi memang sangat menggiukan, namun tidak semua bisnis investasi bisa dipercaya dan berumur panjang.
Dalam postingan ini, blogger fakir menulis sedikit tips untuk menghindari kerugian di bisnis investasi. Mungkin anda pernah dengar kalimat "lebih baik mencegah daripada mengobati", tips dari blogger fakir ini hanya bersifat mencegah, sedangkan mencegah belum tentu anda aman. Inilah tips yang mungkin bisa dilakukan untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian dalam bisnis investasi dan menghindari dari program penipuan:

Bisnis Investasi Online.
1.       Anda harus tahu alamat lengkap pemilik situs investasi tersebut, kapan perlu langsung berkunjung ke alamatnya. Jika tempat tinggal anda berjauhan dari pemilik situs investasi, carilah saudara atau teman untuk cek lokasi.
2.       Search di google (search engine mumpuni) nomor rekening yang digunakan untuk transfer uang, karena banyak modus penipuan yang dilakukan berbeda-beda dan pelakunya sama.
3.       Saat ini marak bisnis investasi yang mengunakan dana investor untuk diperdagangkankan di pasar forex, mintalah password investor agar anda bisa melihat kondisi riil perdagangan forex menggunakan uang anda.
4.       Oh ya, ini yang paling penting. Bukti transfer uang ke rekening pemilik situs bisnis investasi harap disimpan, karena jika terjadi penipuan anda memiliki peluang untuk menuntut orang tersebut ke pihak berwajib dan uang andapun masih ada pelung untuk mengembalikannya. Nanti saya tambah paragraf khusus cara melaporkan penipuan online dan sekaligus memblokir rekening bersangkutan.
Diatas tersebut sekilas tips mencegah penipuan dan memaksimalkan keuntungan bisnis investasi secara online. Di bawah ini tips untuk mencegah bisnis investasi offline:
1.       Kadang oknum bisnis investasi mengunjungi rumah langsung dan menawarkan produk investasinya, jika anda tidak keberatan. Gunakan handphone anda sebagai alat record/rekam video atau audio, sebagai bukti jika dilain waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.
2.       Minta kartu tanda pengenalnya, sertakan dalam perjanjian diatas kertas bermaterai. Biasanya marketingnya bilang "Bank yang besar aja melakukan penipuan, kaya bank century. Ngapain terlalu formal-formal" . Jawab aja: "Century tidak dibiarkan oleh hukum kok, saat ini masih proses penegakkannya dan nasabah sebelumnya didaftarkan kembali di Bank Mutiara dengan jumlah saldo yang sama di saat mereka jadi Nasabah Century".
3.       Ingat ! Mereka kadang menawarkan Transfer langsung ke Rekening untuk mempermudah transaksi, lebih baik anda tanya kantornya di Mana? "Saya mau finishnya atau closingnya transaksi di kantor investasinya aja". Karena, kebanyakan para pemain investasi sering ngaku-ngaku punya kantor, tapi kantornya tidak jelas dan bahkan tidak berizin.
4.       Agar lebih aman lagi dan anda tidak rugi, carilah investasi yang berani membuat perjanjian modal pasti kembali. Apakah ada bisnis investasi modal pasti kembali? Blogger Fakir orang pertama yang menjawab. ADA  !!!!!
Itulah tips aman investasi online dan offline. Diatas sudah Blogger Fakir ingatkan, seaman-amannya pencegahan yang dilakukan, tentu masih ada peluang penipuan akan terjadi. Karena, kita ketahui semua bahwa Maling akan selalu belajar agar lebih pintar dari Korbannya. Menghindari hal tersebut, jika tips diatas sudah anda lakukan, maka jalur hukum adalah cara terakhir yang dilakukan. Cara hukum ini memiliki peran besar untuk pengembalian modal anda dan hukuman kepada si Pelaku Penipuan investasi. Langkah-langkah untuk melaporkan tindakan penipuan khususnya penipuan investasi dan pada umumnya penipuan yang dilakukan secara online:
1.       Persiapkan bukti transfer dalam bentuk apapun, entah itu via ATM, internet banking atau langsung dari Bank. 
2.       Persiapkan nomor rekening dan data-data si penipu, tulis di sebuah lampiran agar mempermudah laporan.
3.       Kalau mau mudah, langsung Telepon Customer Service bank yang anda gunakan saat mentransfer uang, laporkan tindakan penipuan ini. (bank akan memberitahukan dokumen apa saja yang diperlukan)
4.       Lakukan permohonan kepada pihak bank untuk memblokir nomor rekening si penipu. (biasanya diberikan waktu 1×24 jam untuk menyerahkan surat polisi & bukti transfer)
5.       Datang kekantor polisi, ceritakan kronologis kejadiannya. Bayar administrasi sebagai syarat sebagai warga negara Indonesia (Segalanya pakai uang :D )
6.       Datang ke bank terdekat untuk memperjelas secara lisan, serahkan segala dokumen yang diperlukan.
7.       Rekening si penipu akan diblokir dan penipu akan diburu mengacu pada laporan anda dan polisi sangat mudah memburu pelaku karena data sudah lengkap.
8.       Anda akan dihubungi oleh aparat kepolisian jika pelaku tertangkap, biasanya 3 x 24 jam setelah penangkapan maka dana anda akan dikembalikan oleh pihak Bank dengan proses konfirmasi via telepon dan email bagi pengguna internet banking.

sumber :
                                                             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar